Feed on
Posts
Comments

 

ku harus menemui cintaku

mencari tahu hubungan kita

apa masih atau tlah berakhir

kau menggantungkan hubungan ini

kau diamkan aku tanpa suara

maunya apa ku harus bagaimana, kasih…

sampai kapan kau gantung 

cerita cintaku memberi harapan

hingga mungkin ku tak sanggup lagi

dan meninggalkan dirimu

detik-detik waktu pun terbuang

teganya kau menggantung cintaku

bicaralah biar semua pasti

gantungnya hubungan cinta denganmu

membuatku sakit

hingga mungkin ku tak sanggup lagi

dan meninggalkan dirimu

 

Syair lagu berjudul ‘gantung’ punya mbak Melly Goeslaw ini pasti sudah sangat sering berseliweran numpang lewat di telinga kita. Yap, lagu itu merupakan sedikit gambaran, bahwa kenyataan kadang menyajikan sesuatu yang sangat meresahkan kaum wanita. Yaitu ketika pria yang begitu dicintai ‘menggantung’ hubungan mereka dan enggan melangkah ke jenjang komitmen yang lebih tinggi. “Komitmen itu seperti mimpi buruk yang menari di atas pundak pria,” begitu kata salah satu responden penelitian Mas Arisatya Yogaswara dalam bukunya yang berjudul Standing on His Shoes. Ah, untungnya, tidak semua pria berpendapat begitu. Kalau kebetulan hubungan Anda saat ini sedang berada dalam tahap ‘mati segan hidup tak mau’ (eh, nggak segitunya ding :D), maksudnya, kalau saat ini Anda sedang menanti-nantikan kepastian kapan kekasih Anda akan melamar, atau kalau pria pujaan Anda saat ini seperti begitu ketakutan mendengar kata ‘menikah’, atau kalau hubungan pacaran Anda sudah sekian lamanya tapi sang kekasih belum juga merencanakan untuk melangkah ke jenjang komitmen yang lebih serius, aku rasa nggak ada salahnya Anda membaca ulasan kali ini…

Secara umum, menurut Mas Arisatya, pria yang menganggap komitmen sebagai mimpi buruk, terbagi dalam 3 kelompok. Coba cermati, ada dalam kelompok manakah pria belahan jiwa Anda. Mereka adalah:

Kelompok Hijau (green type)

Kelompok ini adalah kelompok paling umum sekaligus yang paling bisa dimengerti oleh kaum wanita. Biasanya mereka yang berada dalam kelompok ini adalah para pria yang masih ‘hijau’ dengan range umur antara 25-32 tahun (tapi, umur biologis tidak sepenuhnya menjadi patokan lho). Ciri khasnya adalah belum mantapnya status karir dan finansial mereka. Keadaan kantong mereka yang belum stabil dan terus menerus berfluktuasi merupakan penyebab utama mengapa pria-pria ini cukup merasa tegang saat Anda menyebut kata ‘pernikahan’.

 

Sejak ribuan tahun sebelum masehi hingga ribuan tahun setelah masehi, yang namanya pria selalu berlomba-lomba menunjukkan sisi kenjantanannya. Salah satu parameter ‘jantan’ atau tidaknya mereka (dalam sudut pandang mereka sendiri) terletak pada kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok (sandang, pangan dan papan) bagi istri dan anak-anaknya. Nah, bagi pria yang belum memiliki karir dan status finansial yang jelas, menikah merupakan suatu beban yang sangat berat. Terbayang di benak mereka betapa akan hancur harga diri mereka jika ternyata di kemudian hari gagal memberikan yang terbaik bagi si wanita. Kita harus tahu, bahwa harga diri adalah salah satu hal yang paling dijunjung tinggi oleh para pria.

Jika kebetulan pasangan Anda termasuk kelompok pria seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir. Keraguannya menjejakkan kaki ke dalam pernikahan justru menunjukkan bahwa dia benar-benar peduli terhadap kebahagiaan Anda. Ia merasa bertanggung jawab terhadap kehidupan Anda. Cintanya yang besar membuat dia tidak rela membayangkan Anda hidup susah bersamanya.

Kelompok Kuning (yellow type)

Kalau yang ini, adalah kelompok pria yang paling membingungkan wanita. Kalau kebetulan pacar Anda adalah pria yang telah matang usianya, mantap karir dan keuangannya, namun setiap kali Anda meminta status kejelasan hubungan dengannya ia selalu sibuk berkilah dengan berbagai macam alasan, maka mungkin saja Anda sedang berhubungan dengan pria yang masuk dalam kelompok ini.

Continue Reading »

Gara-gara lagi ngerjakan TA yang berkutat di seputar masalah emosional, aku jadi ketimbun sama buku-buku dan artikel-artikel yang membahas segala sesuatu tentang seluk-beluk emosi (emosi manusia maksudnya, sejauh ini belum tertarik buat mempelajari emosi hewan, hehe). Nah, salah satu yang aku baca adalah Emotional Infidelity atau ketidak-setiaan emosional (istilah populer dari ‘tidak setia’ kan selingkuh, yo wes aku artiin aja jadi selingkuh emosional :p).  

Ternyata, menurut sumber yang aku baca, perselingkuhan yang sebenarnya, hampir semuanya diawali dari yang namanya selingkuh emosional. Tapi, rata-rata mereka yang terjebak perselingkuhan itu, pada awalnya tidak menyadari bahwa mereka telah terlebih dahulu terjebak dalam perselingkuhan emosional. Karena biasanya, mereka secara tidak sadar berlindung dalam salah satu ‘tameng ego’ yang disebut defense mekanisme dengan selalu mengatakan kepada diri sendiri dan pasangan bahwa “dia cuman teman!”.

Continue Reading »

Warna Maskulin Para Pria

Tidak ada aturan mengenai warna maskulin atau feminine ataupun lintas gender, karena warna datang dalam berbagai persepsi, ada yang bersifat lembut, kuat, bahkan dapat menampilkan amarah dalam diri seseorang. Berikut merupakan warna yang menjadi favorit para pria.

Biru, merupakan warna faorit baik pria ataupun wanita, dan dalam segala usia. Namun, pria memiliki pilihan yang lebih kuat atas warna ini daripada wanita. Mungkin karena efek warna biru yang menjadi warna populer bagi pria dan wanita, sekaligus menjadi asosiasi beberapa sifat penyuka warna biru seperti kecerdasan, kestabilan, dan logika perhitungan.

Hijau, juga menjadi warna favorit para pria, karena efeknya yang cool, damai, dan mengindikasikan pertumbuhan yang signifikan, pembaruan, kesehatan, fitur lingkungan, dan lebih ke sifat keseimbangan dan kestabilan. Ketika wanita lebih memilih warna hijau lembut, maka pria lebih memilih warna terang, walaupun para pria juga prefer dengan cool color seperti biru dan hijau.

Hitam, warna yang paling disukai pria. Hitam merupakan warna yang konservatif yang kuat dan juga mampu merefleksikan efek norma social dan budaya.

Warna yang tidak disukai para pria
Ungu yang menampilkan sifat lebih feminine karena lebih banyak dipilih oleh wanita sebagai warna favorit, dan menjadi warna yang tidak disukai pria. Pria umumnya juga tidak menyukai warna feminine lainnya seperti lavender dan turquoise.

Pink, juga menjadi warna yang memiliki asosiasi negative oleh para pria, karena pink lebih menampilkan sifat kewanitaan, dan lebih ke anak kecil. Namun, ada juga yang menganggap pink dapat dippakai lintas gender karena warnanya yang hangat, namun mungkin lebih dihindari para pria karena adanya asosiasi budaya pink yang identik dengan kelemahan sex pria atau pria gay.

Sebuah study tahun 1990 dari Color Matters Research, menemukan bahwa pria menyukai 2 cool color, yakni biru dan hijau, juga dan satu warna netral, yakni hitam. Sedangkan warna yang dihindari kebanyakan pria adalah warna coklat, warna hangat seperti oranye, dan warna perpaduan seperti ungu.

6 Jenis Pria yang Dibenci Wanita

Tidak ada manusia yang sempurna. Ada kebiasaan buruk yang dimiliki setiap manusia, namun kebiasaan ini seharusnya harus dikendalikan atau bahkan jika bisa dihilangkan. Selain itu, kita juga mengembangkan rasa tidak suka dengan orang yang memiliki kebiasaan buruk. Wanita, juga manusia, yang mempunyai rasa tidak suka mengenai pria dan kebiasaannya. Berikut ini beberapa hal dari pria yang tidak disukai wanita :

Pria Moody. Wanita secara alami lebih moody dan emosional daripada pria. Suatu saat wanita senang, dan menit berikutnya wanita dapat menjadi sangat marah. Hal ini sulit diprediksikan bagaimana reaksi mereka dalam berbagai situasi. Hal inilah yang membuat wanita tidak memilih pria moody, yang memiliki sifat sama dengannya.

Pria Alkoholic. Semua kebutuhan ada batasnya. Namun beberapa pria tidak memiliki batas tersebut. Para pria menjadikan sebuah kebiasaan minum dan tidak bisa hidup tanpa minum. Wanita tidak menyukai pria yang tidak bisa mengendalikan diri. Alkohol adalah hal pertama yang menjadi penyebab wanita tidak menyukai para pria.

Pria Penguntit. Wanita tidak bisa mentoleransi pria yang senang mengikuti kemana mereka pergi. Wanita lebih suka dengan pria yang mendekat, kemudian berbicara dengannya.

Pria Nekat. Jenis ini adalah pria yang menginginkan wanita hanya untuk mengetahui bagaimana perasaan mereka tentang kehidupan yang dijalaninya. Pria ini juga selalu terburu-buru dengan segala hal. Bahkan, mereka tidak bisa menunggu dan sedikit memaksa.

Pria Dominan. Wanita tidak selalu mengharapkan pria yang pasif. Wanita menginginkan pria untuk membimbing apa yang sebaiknya dilakukan wanita. Namun, ketika wanita lebih mampu untuk membimbing pria, maka seharusnya pria dapat menerimanya pula. Wanita tidak menyukai pria yang selalu menginginkan semuanya berjalan seperti yang para pria inginkan. Wanita menginginkan pria yang dapat memimpin sekaligus menjadi pendengar dalam hal apapun.

Pria Berperilaku Kasar. Wanita menginginkan pria yang tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Wanita tidak menyukai pria yang kejam atau menggunakan kata-kata kasar. Wanita senang terhadap pria yang tahu bagaimana harus bersikap dan berkata-kata lebih sopan di hadapan wanita.

TRILOGI CINTA ( Air,Matahari & Bianglala )

Kau lihat disana?
Surya riang berarak.
Samudra mengangkasa.
Menari, menjelma awan

Liuk angin riang gembira
Cahaya membelai suka cita
Bagai Romeo dan Juliet
Pagut asmara, seikat kasih

Ketika Halilintar mengoyak surya
Awan kelam berubah rinai
Pedih membeku
Romeo kehilangan Juliet

Awan, Surya,
Tiada
Hanya Hujan
Menebar pilu

Tapi Surya selalu kembali
Dan Rinai akhirnya berselempang Bianglala
Saat itu, Mentari, Bayu dan Pelangi Tahu diri
Ketika itu aku tahu cinta abadi hanya pada Tuhanku.

Cinta Tulus

Cinta Tulus

Harusnya aku menjemputmu
Di kala langit tak bermentari
Di kala awan t’lah menghitam

Harusnya aku memapahmu
Saat kedua kakimu melemah
Ketika datang s’mua gundah

Harusnya kini ku terlambat
Namun kau tetap ada disana
Maafkan ku tanpa cela

Berikan Ini Judul

Berikan Ini Judul

Di paruh waktu ku menjelang dewasa
Akhirnya dapat ku mengerti
Bahwa cinta yang indah tak selalu bersama
Mereka bilang itu cinta sejati
Di perjalanan hidup menjelang tua
Hatiku yang merasa… harus memahami
Saat asa dan nyata ada di 2 sisi berbeda
Sepertinya lama ku harus sendiri

KECINTAAN, KREATIFITAS PROGRAM DAN KEKUATAN IMAJINASI

Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup.
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung
pada Hari Perhitungan nanti.
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
(Jalaluddin Rumi, Penyair Persia)DTPS-Kibbla adalah sebuah konsep yang di bangun oleh kaum pecinta kehidupan, terutama kecintaan terhadap bayi baru lahir, ibu dan balita. Para peserta lokakarya di berbagai provinsi telah memasukkan diri dalam lembutnya semangat arus kecintaan terhadap hidup.

Dalam arus kecintaan itu, kita semua mengingat para korban, baik korban di kalangan ibu, bayi baru lahir dan maupun anak balita, yang terpaksa meninggal dunia karena problema kesehatan. Juga kita bicarakan bersama, bagaimana melakukan penyelamatan terhadap para calon korban yang saat ini bahkan belum mulai mengandung atau dikandung.

Karena perlu melakukan penyelamatan maka kita membuka diri akan keberadaan masalah, serta berusaha mencari alternatif penyelesaian. Karena merasakan cinta yang sama, maka kita pun bekerja bersama. Karena segala keterbatasan, kita bersama berdiskusi menentukan prioritas.

Kegiatan dalam ruangan adalah kesempatan saling mengapresiasi sambil menggabungkan kekuatan pemikiran, wawasan dan visi, serta imajinasi. Tindakan ini telah dilakukan dengan bersemangat oleh para peserta. Bahkan hingga larut malam, hampir semua kelompok tetap bersemangat berdiskusi.

Sementara itu, tantangan lanjutan dihadapi oleh para pejuang KIBBLA Perencanaan DTPS-KIBBLA yang mereka hasilkan dalam lokakarya ini, masih perlu dibahas dan disosialisasikan di tingkat kabupaten. Konsep mereka perlu disesuaikan dengan proses yang ada dan memerlukan persetujuan dari berbagai instansi terkait. Tim DTPS manapun pada waktunya bergerak memulai kesempatannya untuk melakukan sosialisasi KIBBLA.

Sosialisasi adalah kesempatan membangun dan memperluas jaringan untuk para pecinta kehidupan ibu, bayi baru lahir dan anak balita, agar semakin banyak orang/instansi mau berfikir dan bekerjasama di tingkat kota/kabupaten.

Suatu hari nanti kita bisa berkata cinta kita dan cinta DTPS pada kehidupan, pada Kibbla, telah menjelma menjadi wajah-wajah lucu penuh semangat, yang memberi warna pada dunia. Pada saat itulah kita akan semakin dalam menyadari apakah makna kecintaan pada kehidupan. (ben)

Cerita Cinta

Cerita Cinta

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”

Dunia Penuh Cinta

Dunia Penuh Cinta

Inilah tentang (beberapa) cinta dalam sebuah kehidupan, tak cuma tentang laki-laki dan perempuan. Meski tak persis pantas dengan kasih Ibu dan Tuhan. Disini, tak cuma para pencinta yang berkeinginan. Bahkan para penjahat pun turut meramaikan!

Dunia yang penuh cinta
Cinta sini cinta sana
Cinta dia, tapi dia tidak
Cinta lama yang nyaman, tapi membosankan
Cinta baru yang menggoda, tapi entah tak terduga
Cinta putus kemarin, sudah berganti yang lain segera
Cinta yang lain, mendua pun tak apa
Cinta mengikutinya, sambil membenarkan sebuah keadaan

Suatu Dunia yang penuh cinta
Cinta tak berakhir, karena tak sempat berawal
Cinta membenci, karena puja yang larut dan fatal
Cinta penjahat, cinta membual, dan cinta material
Cinta mencintai, sarat kesetiaan yang kekal

Sungguh, suatu dunia yang penuh cinta
Cinta menanti, penuh keyakinan dan harapan
Cinta kebahagiaan, juga cinta menyedihkan
Cinta terpendam, lebih baik diam memperhatikan
Cinta tak kesampaian, karena penolakan
Cinta keterpaksaan, karena tak ada pilihan
Cinta yang kasihan, yang tak mempunyai kesempatan

Older Posts »